20080723

Tips & Trik dari yang BERHASIL

BERBAGI PENGALAMAN DARI YANG BERHASIL :

.
Berdasar pengalaman dari rekan-rekan yang baru mencoba berbisnis dengan kami maupun yang sudah berpengalaman maka kami mencoba membagi pengalaman tersebut dengan Ibu sekalian semoga bermanfaat.
.
Disarankan untuk membeli produk-produk sample terlebih dahulu. Pertimbangannya ibu perlu tahu terlebih dahulu jenis produk yang akan ibu pasarkan selain itu juga untuk menekan investasi agar tidak terlalu berat. Untuk produk sample sebaiknya yang lengkap pilihannya sehingga calon konsumen lebih tertarik dengan adanya beberapa pilihan baik warna corak maupun ukuran. Untuk sample jika tidak sesuai dengan harapan Ibu kami berikan kebijakan retur seperti yang diatur di bawah. Sebagai gambaran dari pengalaman kami untuk mereka yang membeli sample lengkap, misalnya untuk paket KDI 5 warna sekaligus , maka akan lebih cepat repeat order / pesan lagi dari pada yang mencoba hanya membeli 1 atau 2 potong saja untuk sample karena konsumen tidak dihadapkan pada beberapa pilihan yang sesuai keinginan mereka. Selain itu pembelain sample secara komplit juga mengoptimalkan ongkos kirim jika menggunakan Paket POS , karena untuk pengiriman dibawah 3 kg tetap saja dihitung 3 kg. Jadi beli 1 mukena ongkos kirimnya sama dengan 5 mukena. Namun Jika dengan TIKI / PCP tarif dihitung per kg .
.
Menyebar informasi Dengan berbekal sample ibu bisa segera menyebar informasi sebanyak mungkin ke relasi ibu bisa dengan SMS , Email , Telepon , Acara Keluarga , Arisan dsb. Sebaiknya Sample TIDAK DIJUAL terlebih dahulu tapi setiap ada yang konsumen yang minat dikumpulkan / ditampung dahulu sampai jumlah yang memadai , misal 10 konsumen , lalu ibu segera membuat order baru kepada kami. Menurut pengalaman jika sample langsung dijual ke konsumen maka biasanya akan menghambat proses pemasaran ibu berikutnya. Karena Ibu akan pesan sample lagi untuk menggantikan sample yang terlanjur diluar maka ini akan memakan waktu.
.
Berhitung WAKTU / MOMENT . Banyak dari teman kita khususnya yang pemula tidak memperhitungkan waktu atau mengambil momen yang tepat. Bagi mereka yang sudah berpenglaman menghitung waktu atau momen sangatlah diperhatikan . Sebagai gambaran bagi mereka yang sering berbisinis produk sarana Ibadah , seperti mukena , baju kok & sarung dsb maka saat ini adalah saat yang paling tepat. Karena masih ada rentang waktu sebelum masuk Ramadhan & Lebaran . Tapi bagi mereka yang belum berpengalamn berpikir bahwa pada saat masuk Ramadhan baru mulai bergerak. Padahal untuk toko-toko atau dept store misalnya saat ini mereka sudah harus menyiapkan stok barang ada saat Ramadhan atau menjelang Lebaran mereka sudah tidak menerima penawaran barang selain resiko keterlambatan barang masuk juga mereka lebih konsentrasi kepada penjualan bukan pada pemesanan barang. Juga untuk pembeli perorangan sekalipun biasanya dengan adanya informasi lebih awal dari ibu atau walau baru melihat sample saja tapi tidak membeli mereka masih bisa menyiapkan budget atau anggaran untuk membeli produk ibu untuk Ramadhan / Lebaran . Selain daripada itu berdasar pengalaman kami menjelang lebaran + / - 10 hari sebelum lebaran , kami sudah kesulitan untuk memenuhi order dikarenakan banyaknya order menumpuk juga beberapa supplier bahan dan aksesories yang kami pakai sudah libur semua karena karyawannya sudah pulang kampung alias mudik . Juga untuk ekspedisi atau jasa pengiriman juga akan mengalami keterlambatan karena menjelang lebaran beberapa armada seperti Truk DILARANG lewat bahkan untuk pengiriman dengan pesawat juga sama karena mereka lebih mengutamakan barang bawaan penumpang yang mau mudik dari pada melayani kargo / paket barang seperti hari biasa. Jadi jika mulai sekarang sudah mulai ibu rintis maka saat ramadhan masuk ibu sudah bisa memperkirakan berapa stok barang yang harus disiapkan.
.
Memilih Pasar yang TEPAT. Sebaiknya dalam memilih calon konsumen jangan dibatasi pada relasi / kenalan saja tapi berdasar pengalaman teman yang sering order mereka juga mencoba bebarapa cara penawaran langsung kepada :
.
a. Toko-toko busana muslim / departemen store. Tentunya dengan pemberian discount harga yang berbeda jika beli eceran karena mereka juga akan dijual lagi. Tapi biasanya mereka order dalam jumlah yang lebih banyak. Jadi meski untung sedikit tapi omsetnya banyak. Terlebih untuk pembelian dalam jumlah besar diatas 1 kodi dari kami ada diskon khusus sampai Rp. 50.000 jadi ibu masih bisa berbagi keuntungan dengan mereka.
.
b. Selain itu ibu juga bisa datangi koperasi-koperasi karyawan baik kantor pemerintah, bank, swasta atau BUMN karena biasanya mereka dalam waktu seperti ini juga minat untuk menyediakan sarana kebutuhan menjelang Ramadhan dan Lebaran.
.
c. Penyedia jasa Parcel Lebaran. Saat ini memberikan parsel / hadiah lebaran dalam bentuk makanan / minuman sudah tidak populer. Tapi pemberian dalam bentuk barang seperti mukena / sarung dsb lebih bermanfaat. Jadi ini juga peluang jika ibu bisa menghubungi mereka untuk menwarkan produk ini. Terlebih produk dengan keunikan tersendiri dan exclusive serta belum banyak di pasaran akan mereka minati.
.
d. Meski agak aneh tapi pengalaman kreatif berikut bisa dicoba. Sehubungan dengan warna mukena KDI yang beragam dari Merah , Biru , Hijau , Orange , Ungu , Putih dsb maka ada rekan yang mencoba menawarkan kepada organisasi massa atau partai politik tertentu ( melalui DPRD atau kantor perwakilan di daerah dsb ) yang memiliki identitas warna yang sesuai dengan warna mukena KDI. Ternyata hal ini juga diminati oleh mereka dan digunakan sebagai hadiah atau untuk seragam sehingga mereka order dalam jumlah yang banyak sekali khusus warna tertentu. Jadi tidak ada salahnya trik menarik ini ibu coba juga.
.
Note : Maaf bukan maksud kami untuk menyibukan ibu dengan berbisnis selagi Ramadhan tapi alangkah baiknya semakin Ibadah kita tingkatkan juga ada pemasukan tambahan untuk meyemarakan lebaran bersama keluarga.
.
Semoga sedikit saran dan pengalaman ini juga bermanfaat bagi ibu sekalian.

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu (QS. An-Nisaa – 29 )"